Skip to main content

وَلَقَدْ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ اٰيٰتٍۢ بَيِّنٰتٍۚ وَمَا يَكْفُرُ بِهَآ اِلَّا الْفٰسِقُوْنَ  ( ٱلْبَقَرَة: ٩٩ )

walaqad
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
anzalnā
أَنزَلْنَآ
Kami telah menurunkan
ilayka
إِلَيْكَ
kepadamu
āyātin
ءَايَٰتٍۭ
ayat-ayat
bayyinātin
بَيِّنَٰتٍۖ
jelas
wamā
وَمَا
dan tidak
yakfuru
يَكْفُرُ
mengingkari
bihā
بِهَآ
dengannya
illā
إِلَّا
kecuali
l-fāsiqūna
ٱلْفَٰسِقُونَ
orang-orang yang fasik

“Wa Laqad 'Anzalnā 'Ilayka 'Āyātin Bayyinātin Wa Mā Yakfuru Bihā 'Illā Al-Fāsiqūna.” (al-Baq̈arah/2:99)

Artinya:

“Dan sungguh, Kami telah menurunkan ayat-ayat yang jelas kepadamu (Muhammad), dan tidaklah ada yang mengingkarinya selain orang-orang fasik.” (QS. Al-Baqarah: 99)

Konteks ayat ini adalah bagian dari bantahan Allah terhadap orangorang Yahudi. Namun demikian, siapa pun yang berperilaku seperti disebut dalam ayat ini, maka mereka disebut fasik. Dan demi Tuhan, tidaklah wajar bila orang-orang Yahudi itu atau siapa pun menolak kebenaran Al-Qur'an karena sungguh Kami, dengan menugaskan Jibril, telah menurunkan ayat-ayat yang jelas kandungannya serta bukti-bukti kebenarannya dan kebenaranmu sebagai rasul kepadamu, Muhammad. Dan tidaklah ada yang mengingkarinya, baik dari golongan manusia yang hidup pada masamu atau sesudahmu, selain orang-orang fasik.
Bukti-bukti kebenaran Al-Qur'an sudah sangat jelas; tidak ada yang mengingkarinya selain mereka yang tertutup mata hatinya. Mereka itulah yang disebut sebagai orang-orang fasik.