Skip to main content

اَوَكُلَّمَا عٰهَدُوْا عَهْدًا نَّبَذَهٗ فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ ۗ بَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ  ( ٱلْبَقَرَة: ١٠٠ )

awakullamā
أَوَكُلَّمَا
Apakah setiap kali
ʿāhadū
عَٰهَدُوا۟
mereka berjanji
ʿahdan
عَهْدًا
janji
nabadhahu
نَّبَذَهُۥ
melemparkannya
farīqun
فَرِيقٌ
segolongan
min'hum
مِّنْهُمۚ
dari mereka
bal
بَلْ
bahkan
aktharuhum
أَكْثَرُهُمْ
kebanyakan mereka
لَا
tidak
yu'minūna
يُؤْمِنُونَ
mereka beriman

“'Awa Kullamā `Āhadū `Ahdāan Nabadhahu Farīqun Minhum Bal 'Aktharuhum Lā Yu'uminūna.” (al-Baq̈arah/2:100)

Artinya:

“Dan mengapa setiap kali mereka mengikat janji, sekelompok mereka melanggarnya? Sedangkan sebagian besar mereka tidak beriman.” (QS. Al-Baqarah: 100)

Ayat ini berisi kecaman dengan redaksi pertanyaan yang mengandung bukti-bukti yang dipaparkan oleh Allah . Dan mengapa setiap kali mereka mengikat janji dengan Allah, ter masuk janji untuk percaya jika nabi yang diutus-Nya datang, sekelompok mereka melanggarnya, menyepelekannya, dan mengingkarinya? Sedikit sekali dari mereka yang menepati janji, sedangkan sebagian besar mereka tidak beriman.
Sikap-sikap buruk sudah berkumpul sedemikian rupa dalam diri sebagian besar Bani Israil. Mereka adalah pendengki, keras kepala, licik, dan selalu mengingkari janji. Namun demikian, masih ada sebagian kecil dari mereka yang beriman.