Skip to main content

قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِمَّآ اَنْ تُلْقِيَ وَاِمَّآ اَنْ نَّكُوْنَ اَوَّلَ مَنْ اَلْقٰى   ( طه: ٦٥ )

qālū
قَالُوا۟
mereka berkata
yāmūsā
يَٰمُوسَىٰٓ
wahai musa
immā
إِمَّآ
apakah
an
أَن
bahwa
tul'qiya
تُلْقِىَ
kamu akan melemparkan
wa-immā
وَإِمَّآ
dan/atau apakah
an
أَن
bahwa
nakūna
نَّكُونَ
kami adalah
awwala
أَوَّلَ
pertama/mula-mula
man
مَنْ
orang
alqā
أَلْقَىٰ
melemparkan

“Qālū Yā Mūsaá 'Immā 'An Tulqiya Wa 'Immā 'An Nakūna 'Awwala Man 'Alqaá.” (Ṭāʾ Hāʾ/20:65)

Artinya:

“Mereka berkata, “Wahai Musa! Apakah engkau yang melemparkan (dahulu) atau kami yang lebih dahulu melemparkan?”” (QS. Taha: 65)

Begitu para penyihir berhadapan dengan Nabi Musa, mereka berkata, “Wahai Musa! Apakah engkau yang melemparkan lebih dulu untuk menun-jukkan kemampuanmu, atau kami yang lebih dahulu melemparkan?”