Skip to main content

وَجَعَلْنَا السَّمَاۤءَ سَقْفًا مَّحْفُوْظًاۚ وَهُمْ عَنْ اٰيٰتِهَا مُعْرِضُوْنَ   ( ٱلْأَنْبِيَاء: ٣٢ )

wajaʿalnā
وَجَعَلْنَا
dan telah kami jadikan
l-samāa
ٱلسَّمَآءَ
langit
saqfan
سَقْفًا
atap
maḥfūẓan
مَّحْفُوظًاۖ
terjaga/terpelihara
wahum
وَهُمْ
dan/sedang mereka
ʿan
عَنْ
dari
āyātihā
ءَايَٰتِهَا
tanda-tanda padanya
muʿ'riḍūna
مُعْرِضُونَ
orang-orang yang berpaling

“Wa Ja`alnā As-Samā'a Saqfāan Maĥfūžāan Wa Hum `An 'Āyātihā Mu`riđūna.” (al-ʾAnbiyāʾ/21:32)

Artinya:

“Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan, dan lain-lain).” (QS. Al-Anbiya': 32)

Allah mengarahkan manusia agar memperhatikan benda-benda langit yang diciptakan-Nya dengan teratur. Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, tanpa tiang, tetapi tidak jatuh bergugur-an atau bertabrakan satu sama lainnya, namun mereka, orang-orang yang pikiran dan sanubarinya tertutup, tetap berpaling dari tanda-tanda kebesaran Allah itu berupa matahari, bulan, angin, awan, dan lain-lain sehingga mereka tetap tidak beriman kepada Allah.