Skip to main content

بَلْ قُلُوْبُهُمْ فِيْ غَمْرَةٍ مِّنْ هٰذَا وَلَهُمْ اَعْمَالٌ مِّنْ دُوْنِ ذٰلِكَ هُمْ لَهَا عَامِلُوْنَ  ( ٱلْمُؤْمِنُون: ٦٣ )

bal
بَلْ
bahkan
qulūbuhum
قُلُوبُهُمْ
hati mereka
فِى
dalam
ghamratin
غَمْرَةٍ
kesesatan
min
مِّنْ
dari
hādhā
هَٰذَا
ini
walahum
وَلَهُمْ
dan bagi
aʿmālun
أَعْمَٰلٌ
perbuatan-perbuatan
min
مِّن
dari
dūni
دُونِ
selain
dhālika
ذَٰلِكَ
itu
hum
هُمْ
mereka
lahā
لَهَا
kepadanya
ʿāmilūna
عَٰمِلُونَ
mereka mengerjakan

“Bal Qulūbuhum Fī Ghamratin Min Hādhā Wa Lahum 'A`mālun Min Dūni Dhālika Hum Lahā `Āmilūna.” (al-Muʾminūn/23:63)

Artinya:

“Tetapi, hati mereka (orang-orang kafir) itu dalam kesesatan dari (memahami Al-Qur'an) ini, dan mereka mempunyai (kebiasaan banyak mengerjakan) perbuatan-perbuatan lain (buruk) yang terus mereka kerjakan.” (QS. Al-Mu'minun: 63)

Tetapi meski ajaran Allah demikian jelas dan mudah, orang-orang kafir itu tetap durhaka sehingga hati mereka itu dalam kesesatan terkait hakikat yang Kami sampaikan ini, dan mereka mempunyai kebiasaan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang buruk yang terus mereka kerjakan. Mereka melampaui batas dalam melakukannya sehingga mereka pantas menerima siksa.