Skip to main content

يَوْمَ يَرَوْنَ الْمَلٰۤىِٕكَةَ لَا بُشْرٰى يَوْمَىِٕذٍ لِّلْمُجْرِمِيْنَ وَيَقُوْلُوْنَ حِجْرًا مَّحْجُوْرًا   ( ٱلْفُرْقَان: ٢٢ )

yawma
يَوْمَ
pada hari
yarawna
يَرَوْنَ
mereka melihat
l-malāikata
ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ
malaikat
لَا
tidak ada
bush'rā
بُشْرَىٰ
kabar gembira
yawma-idhin
يَوْمَئِذٍ
pada hari itu
lil'muj'rimīna
لِّلْمُجْرِمِينَ
bagi orang-orang yang berdosa
wayaqūlūna
وَيَقُولُونَ
dan mereka berkata
ḥij'ran
حِجْرًا
larangan/halangan
maḥjūran
مَّحْجُورًا
terhalang

“Yawma Yarawna Al-Malā'ikata Lā Bushraá Yawma'idhin Lilmujrimīna Wa Yaqūlūna Ĥijrāan Maĥjūrāan.” (al-Furq̈ān/25:22)

Artinya:

“(Ingatlah) pada hari (ketika) mereka melihat para malaikat, pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, “Hijran mahjura.”” (QS. Al-Furqan: 22)

Ingatlah pada hari ketika mereka melihat para malaikat, yang dahulu mereka mintakan kepada Nabi Muhammad didatangkan, ternyata yang datang kepada mereka adalah malaikat penyiksa. Pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa sementara kaum mukmin mendapatkan kabar gembira itu dari para malaikat bahwa dosa-dosa mereka diampuni oleh Allah, dan mereka akan dimasukkan ke dalam surga. Dan mereka para malaikat itu berkata, kepada orang kafir “Hijran mahjura". yang berarti: terlarang bagi kalian mendapatkan berita gembira itu.