Skip to main content

فَاَلْقٰى عَصَاهُ فَاِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُّبِيْنٌ ۚ   ( ٱلشُّعَرَاء: ٣٢ )

fa-alqā
فَأَلْقَىٰ
lalu (Musa)melemparkan
ʿaṣāhu
عَصَاهُ
tongkatnya
fa-idhā
فَإِذَا
maka tiba-tiba
hiya
هِىَ
ia/tongkat itu
thuʿ'bānun
ثُعْبَانٌ
ular
mubīnun
مُّبِينٌ
yang nyata

“Fa'alqaá `Aşāhu Fa'idhā Hiya Thu`bānun Mubīnun.” (aš-Šuʿarāʾ/26:32)

Artinya:

“Maka dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang sebenarnya.” (QS. Asy-Syu'ara': 32)

Maka Musa melemparkan tongkatnya yang dahulu dia gunakan untuk menggembala kambing di negeri Madyan, tiba-tiba tongkat itu atas izin Allah berubah menjadi ular besar yang sebenarnya. Bukan tipuan sebagaimana yang dilakukan oleh para pesihir. Dengan peristiwa ini, Allah mampu mengubah benda mati menjadi benda yang hidup. Maka kebangkitan manusia di hari Kiamat bukanlah sesuatu yang sulit bagi Allah.