Skip to main content

وَنَزَعَ يَدَهٗ فَاِذَا هِيَ بَيْضَاۤءُ لِلنّٰظِرِيْنَ ࣖ   ( ٱلشُّعَرَاء: ٣٣ )

wanazaʿa
وَنَزَعَ
dan (Musa) menarik
yadahu
يَدَهُۥ
tangannya
fa-idhā
فَإِذَا
maka tiba-tiba
hiya
هِىَ
ia/tangan itu
bayḍāu
بَيْضَآءُ
putih
lilnnāẓirīna
لِلنَّٰظِرِينَ
bagi orang-orang yang melihat

“Wa Naza`a Yadahu Fa'idhā Hiya Bayđā'u Lilnnāžirīna.” (aš-Šuʿarāʾ/26:33)

Artinya:

“Dan dia mengeluarkan tangannya (dari dalam bajunya), tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya.” (QS. Asy-Syu'ara': 33)

Fir’aun mencoba memengaruhi para pembesarnya agar jangan terpengaruh oleh ajakan Nabi Musa. Fir‘aun, berkata kepada para pemuka di sekelilingnya, “Sesungguhnya dia ini pasti seorang pesihir yang sangat pandai, maka janganlah kamu sekalian tertipu olehnya.