Dia (Saleh) berkata, “Wahai kaumku! Mengapa kamu meminta disegerakan keburukan sebelum (kamu meminta) kebaikan? Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat?” (QS. [27] An-Naml : 46)
1 Tafsir Ringkas Kemenag
Nabi Saleh dalam dakwahnya selalu memberi kabar gembira kepada yang beriman dan memberikan peringatan kepada mereka yang ingkar kepadanya dengan azab yang pedih. Kaumnya meminta kepadanya agar azab itu disegerakan. Pada saat itulah, Nabi Saleh berkata, “Wahai kaumku! Mengapa kamu meminta kepadaku disegerakan keburukan, yaitu azab Allah bagi yang ingkar kepadaNya sebelum kamu meminta kebaikan berupa kebaikan di dunia maupun akhirat karena beriman dan beramal saleh? Nabi Saleh kemudian menasihati kaumnya dengan mengatakan, "Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah, atas dosa-dosa yang kamu lakukan, agar kamu mendapat rahmat dari-Nya?”
2 Tafsir Lengkap Kemenag
Melihat sikap dan tantangan kaumnya, Nabi Saleh mengatakan kepada mereka, "Wahai kaum kerabatku, mengapa kamu sekalian ingin azab disegerakan datang menimpamu, sebelum kamu beriman dan mengerjakan kebaikan. Mengapa kamu sekalian tidak segera beriman dan tetap dalam kekafiran? Padahal keimananmu itu dapat mendatangkan pahala dan kebahagiaan abadi bagimu. Sedangkan kekafiran itu akan mengakibatkan dosa dan azab yang kekal di akhirat nanti." Selanjutnya Nabi Saleh menyeru agar kaumnya segera mohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya. Dengan demikian, dosa-dosa mereka akan diampuni Allah dan rahmat yang telah diberikan-Nya ditambah lagi dengan rahmat yang lebih besar lagi.
3 Tafsir Ibnu Katsir
Adapun firman Allah Swt.:
Dia berkata, "Hai kaumku, mengapa kalian minta disegerakan keburukan sebelum (kalian minta) kebaikan?” (An Naml:46)
Maksudnya, mengapa kalian meminta agar disegerakan datangnya azab dan mengapa kalian tidak meminta dari Allah akan rahmat-Nya? Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:
"Hendaklah kalian meminta ampun kepada Allah, agar kalian mendapat rahmat.'' Mereka menjawab, ‘Kami mendapat nasib yang malang karena kamu, dan orang-orang yang besertamu.” (An Naml:46-47)
4 Tafsir Al-Jalalain
(Dia berkata) kepada orang-orang yang mendustakannya. ("Hai kaumku! Mengapa kalian minta disegerakan keburukan sebelum kamu minta kebaikan?) yakni meminta disegerakan turunnya azab sebelum rahmat, karena kalian telah mengatakan, 'Jika apa yang kamu datangkan kepada kami itu adalah benar, maka turunkanlah azab kepada kami', (Mengapa tidak) (kalian meminta ampun kepada Allah) dari kemusyrikan (agar kalian mendapat rahmat") karenanya kalian tidak akan diazab.
5 Tafsir Quraish Shihab (Al-Misbah)
Shâlih berkata sambil memperingatkan kaumnya, "Mengapa kalian menuntut agar siksa itu disegerakan sebelum kalian menyatakan pertobatan? Tidakkah sebaiknya kalian memohon pengampunan terlebih dahulu pada Tuhan dan beriman kepada-Nya kalau-kalau kalian mendapatkan rahmat?"