Skip to main content

وَقَالَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللّٰهِ خَيْرٌ لِّمَنْ اٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ۚوَلَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا الصّٰبِرُوْنَ   ( ٱلْقَصَص: ٨٠ )

waqāla
وَقَالَ
dan berkata
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ūtū
أُوتُوا۟
(mereka) diberi
l-ʿil'ma
ٱلْعِلْمَ
ilmu
waylakum
وَيْلَكُمْ
kecelakaan kamu
thawābu
ثَوَابُ
pahala
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
khayrun
خَيْرٌ
lebih baik
liman
لِّمَنْ
bagi orang
āmana
ءَامَنَ
ia beriman
waʿamila
وَعَمِلَ
dan beramal
ṣāliḥan
صَٰلِحًا
kebajikan/saleh
walā
وَلَا
dan tidak
yulaqqāhā
يُلَقَّىٰهَآ
ditemuinya/diperolehnya
illā
إِلَّا
kecuali
l-ṣābirūna
ٱلصَّٰبِرُونَ
orang-orang yang sabar

“Wa Qāla Al-Ladhīna 'Ūtū Al-`Ilma Waylakum Thawābu Allāhi Khayrun Liman 'Āmana Wa `Amila Şāliĥāan Wa Lā Yulaqqāhā 'Illā Aş-Şābirūna.” (al-Q̈aṣaṣ/28:80)

Artinya:

“Tetapi orang-orang yang dianugerahi ilmu berkata, “Celakalah kamu! Ketahuilah, pahala Allah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dan (pahala yang besar) itu hanya diperoleh oleh orang-orang yang sabar.”” (QS. Al-Qasas: 80)

Akan tetapi, orang-orang yang dianugerahi ilmu oleh Allah dalam bentuk ilmu yang bermanfaat tidak tertipu oleh itu semua. Mereka memberi nasihat kepada orang-orang yang tertipu itu dengan berkata, “Celakalah kamu jika bersikap dan berkeyakinan seperti itu! Bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-Nya. Ketahuilah, pahala dan kenikmatan yang disediakan oleh Allah di sisi-Nya lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dari pada kekayaan yang dimiliki dan dipamerkan oleh Karun, dan pahala yang besar itu hanya diperoleh oleh orang-orang yang sabar dan tabah dalam melaksanakan konsekuensi keimanan dan amal saleh serta menerima ujian dan cobaan dari Allah.”