Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَلَا
dan janganlah
يَحْزُنكَ
menyedihkan kamu
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
يُسَٰرِعُونَ
(mereka) bersegera
فِى
dalam
ٱلْكُفْرِۚ
kekafiran/menjadi kafir
إِنَّهُمْ
sesungguhnya mereka
لَن
tidak dapat
يَضُرُّوا۟
memberi mudharat
ٱللَّهَ
Allah
شَيْـًٔاۗ
sedikitpun
يُرِيدُ
menghendaki
ٱللَّهُ
Allah
أَلَّا
bahwa tidak
يَجْعَلَ
Dia menjadikan/memberi
لَهُمْ
kepada mereka
حَظًّا
(sesuatu) bagian
فِى
di
ٱلْءَاخِرَةِۖ
akhirat
وَلَهُمْ
dan bagi mereka
عَذَابٌ
siksa/azab
عَظِيمٌ
yang besar

Wa Lā Yaĥzunka Al-Ladhīna Yusāri`ūna Fī Al-Kufri 'Innahum Lan Yađurrū Allāha Shay'āan Yurīdu Allāhu 'Allā Yaj`ala Lahum Ĥažžāan Fī Al-'Ākhirati Wa Lahum `Adhābun `Ažīmun.

Tafsir Bahasa:

Dan janganlah engkau (Muhammad) dirisaukan oleh orang-orang yang dengan mudah kembali menjadi kafir; sesungguhnya sedikit pun mereka tidak merugikan Allah. Allah tidak akan memberi bagian (pahala) kepada mereka di akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar.

(176) Nabi Muhammad saw ketika melihat keadaan kaum Muslimin dalam Perang Uhud, beliau merasa sedih dan cemas. Ketika itulah ayat ini turun untuk menghibur Nabi saw, "Wahai Muhammad janganlah merasa sedih dan cemas, melihat perbuatan sebagian pengikutmu yang munafik yang bersama-sama orang kafir menghimpun segala usaha dan kekuatan untuk membela kekafiran. Pada hakikatnya bukanlah engkau yang diperangi dan dianiaya mereka, tetapi Allah-lah yang mereka perangi. Tentulah mereka tidak akan berdaya menentang Allah." Maksud mereka akan mencelakakan dan memberi mudarat kepada kaum Muslimin, tetapi pada hakikatnya mereka sendirilah yang celaka. Allah tidak akan memberikan ampunan kepada mereka di akhirat. Mereka akan mendapat azab yang amat pedih dan tidak terkira besarnya.