Skip to main content

ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ اِلَّآ اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍ ۖ وَّغَرَّهُمْ فِيْ دِيْنِهِمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ  ( آلِ عِمْرَان: ٢٤ )

dhālika
ذَٰلِكَ
demikian itu
bi-annahum
بِأَنَّهُمْ
karena sesungguhnya mereka
qālū
قَالُوا۟
(mereka) mengatakan
lan
لَن
tidak
tamassanā
تَمَسَّنَا
menyentuh
l-nāru
ٱلنَّارُ
api neraka
illā
إِلَّآ
kecuali
ayyāman
أَيَّامًا
beberapa hari
maʿdūdātin
مَّعْدُودَٰتٍۖ
yang dapat dihitung
wagharrahum
وَغَرَّهُمْ
dan memperdayakan mereka
فِى
dalam
dīnihim
دِينِهِم
agama mereka
مَّا
apa apa (segala)?
kānū
كَانُوا۟
yang demikian itu?
yaftarūna
يَفْتَرُونَ
(mereka) ada-adakan

“Dhālika Bi'annahum Qālū Lan Tamassanā An-Nāru 'Illā 'Ayyāmāan Ma`dūdātin Wa Gharrahum Fī Dīnihim Mā Kānū Yaftarūna.” (ʾĀl ʿImrān/3:24)

Artinya:

“Hal itu adalah karena mereka berkata, “Api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja.” Mereka teperdaya dalam agama mereka oleh apa yang mereka ada-adakan.” (QS. Ali 'Imran: 24)

Mereka berani melakukan hal itu adalah karena mereka berkata dengan penuh keyakinan, "Api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja yang selanjutnya akan diganti oleh orang Islam." Mereka, kaum Yahudi, telah terpedaya oleh keyakinan mereka dalam memahami ajaran agama mereka, oleh apa yang se-cara sengaja mereka ada-adakan sendiri dengan menyimpangkan ajaran yang sebenarnya.