Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
ٱلْحَقُّ
kebenaran itu
مِن
dari
رَّبِّكَ
Tuhanmu
فَلَا
maka janganlah
تَكُن
kamu termasuk
مِّنَ
dari
ٱلْمُمْتَرِينَ
orang-orang yang ragu-ragu

Al-Ĥaqqu Min Rabbika Falā Takun Mina Al-Mumtarīna.

Tafsir Bahasa:

Kebenaran itu dari Tuhanmu, karena itu janganlah engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.

(60) Dimaksud dengan "Itulah yang benar yang datang dari Tuhan" ialah bahwa apa yang telah diberitakan Allah kepada Muhammad saw, tentang Nabi Isa dan Maryam itulah yang benar bukan apa yang telah dikatakan oleh orang-orang Nasrani bahwa Al-Masih adalah putra Tuhan; dan bukan pula seperti anggapan orang-orang Yahudi bahwa Nabi Isa itu hasil perzinaan antara Maryam dengan Yusuf an-Najjar (Yusuf tukang kayu atau Yusuf adik Eli). Dengan demikian Muslimin telah mendapat pengetahuan yang meyakinkan mengenai Isa dan Maryam. Larangan ini ditujukan kepada Nabi Muhammad agar tidak ragu, padahal tidak mungkin terjadi bahwa Nabi Muhammad akan ragu terhadap ayat Allah. Hal ini mempunyai dua pengertian; 1. Bahwasanya Nabi Muhammad pada saat mendengar ayat ini bertambah keyakinannya dan ia merasa puas dengan keyakinannya itu. 2. Kalau Nabi Muhammad yang mempunyai kedudukan yang tinggi dilarang merasa ragu terhadap kebenaran kisah itu, maka umatnya lebih terkena larangan ini.