Skip to main content

وَرَدَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوْا خَيْرًا ۗوَكَفَى اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ الْقِتَالَ ۗوَكَانَ اللّٰهُ قَوِيًّا عَزِيْزًاۚ   ( الأحزاب: ٢٥ )

waradda
وَرَدَّ
dan menolak/menghalau
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
kafarū
كَفَرُوا۟
kafir/ingkar
bighayẓihim
بِغَيْظِهِمْ
dengan kemarahan/kejengkelan mereka
lam
لَمْ
tidak
yanālū
يَنَالُوا۟
mereka memperoleh
khayran
خَيْرًاۚ
kebaikan
wakafā
وَكَفَى
dan cukuplah
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
l-mu'minīna
ٱلْمُؤْمِنِينَ
orang-orang mukmin
l-qitāla
ٱلْقِتَالَۚ
peperangan
wakāna
وَكَانَ
dan adalah
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
qawiyyan
قَوِيًّا
Maha Kuat
ʿazīzan
عَزِيزًا
Maha Perkasa

Waradda Allāhu Al-Ladhīna Kafarū Bighayžihim Lam Yanālū Khayrāan Wa Kafaá Allāhu Al-Mu'uminīna Al-Qitāla Wa Kāna Allāhu Qawīyāan `Azīzāan. (al-ʾAḥzāb 33:25)

Artinya:

Dan Allah menghalau orang-orang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, karena mereka (juga) tidak memperoleh keuntungan apa pun. Cukuplah Allah (yang menolong) menghindarkan orang-orang mukmin dalam peperangan. Dan Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (QS. [33] Al-Ahzab : 25)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

Dan pada akhir Perang Khandak Allah menghalau orang-orang kafir itu dengan mengirim angin kencang yang membuat keadaan mereka penuh kejengkelan karena menderita kekalahan tanpa peperangan dan mereka juga tidak memperoleh keuntungan apa pun, baik ganimah maupun tawanan perang. Dengan demikian, cukuplah Allah yang menolong menghindarkan orang-orang mukmin dalam peperangan karena musuh mereka hancur tersapu angin kencang. Dan Allah Mahakuat, Mahaperkasa; tidak ada yang mampu mengalahkan dan melemahkan-Nya.