Skip to main content

ثُمَّ اَخَذْتُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَكَيْفَ كَانَ نَكِيْرِ ࣖ   ( فَاطِر: ٢٦ )

thumma
ثُمَّ
kemudian
akhadhtu
أَخَذْتُ
Aku ambil/azab
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
kafarū
كَفَرُوا۟ۖ
kafir/ingkar
fakayfa
فَكَيْفَ
maka bagaimana
kāna
كَانَ
adalah
nakīri
نَكِيرِ
kemurkaan-Ku/hukuman-Ku

“Thumma 'Akhadhtu Al-Ladhīna Kafarū Fakayfa Kāna Nakīri.” (Fāṭir/35:26)

Artinya:

“Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir; maka (lihatlah) bagaimana akibat kemurkaan-Ku.” (QS. Fatir: 26)

Karena mereka memilih tetap dalan kekafiran, kemudian Aku azab orang-orang yang kafir sebagai balasan atas kedurhakaan mereka; maka lihatlah bagaimana akibat kemurkaan-Ku, yakni siksaanku kepada mereka.