Skip to main content

وَمَا يَنْظُرُ هٰٓؤُلَاۤءِ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً مَّا لَهَا مِنْ فَوَاقٍ  ( ص: ١٥ )

wamā
وَمَا
dan tidak
yanẓuru
يَنظُرُ
menunggu
hāulāi
هَٰٓؤُلَآءِ
mereka itu
illā
إِلَّا
melainkan
ṣayḥatan
صَيْحَةً
suara keras/teriakan
wāḥidatan
وَٰحِدَةً
satu kali
مَّا
tidak
lahā
لَهَا
bagi mereka
min
مِن
dari
fawāqin
فَوَاقٍ
ulangan/tangguh

“Wa Mā Yanžuru Hā'uulā' 'Illā Şayĥatan Wāĥidatan Mā Lahā Min Fawāqin.” (Ṣād/38:15)

Artinya:

“Dan sebenarnya yang mereka tunggu adalah satu teriakan saja, yang tidak ada selanya.” (QS. Sad: 15)

Dan apabila kaum musyrik Mekah dan umat-umat durhaka terdahulu itu tetap dalam keingkaran mereka, maka sebenarnya yang mereka tunggu adalah satu teriakan saja yang tidak ada selanya. Itulah teriakan sebagai tanda datangnya hari Kiamat—teriakan yang sangat keras dan cepat.