Skip to main content

وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمٰنَ وَاَلْقَيْنَا عَلٰى كُرْسِيِّهٖ جَسَدًا ثُمَّ اَنَابَ  ( ص: ٣٤ )

walaqad
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
fatannā
فَتَنَّا
Kami telah menguji
sulaymāna
سُلَيْمَٰنَ
Sulaiman
wa-alqaynā
وَأَلْقَيْنَا
dan Kami jatuhkan/letakkan
ʿalā
عَلَىٰ
atas
kur'siyyihi
كُرْسِيِّهِۦ
kursinya
jasadan
جَسَدًا
jasad
thumma
ثُمَّ
kemudian
anāba
أَنَابَ
dia kembali

“Wa Laqad Fatannā Sulaymāna Wa 'Alqaynā `Alaá Kursīyihi Jasadāan Thumma 'Anāba.” (Ṣād/38:34)

Artinya:

“Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertobat.” (QS. Sad: 34)

Dan Kami tidak hanya mencurahkan karunia kepada Nabi Sulaiman. Sungguh, Kami pun telah menguji Nabi Sulaiman dengan penyakit yang menyebabkan hilangnya kekuatan yang dimilikinya, dan karena itu Kami jadikan dia hanya mampu tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh yang lemah tak berdaya, kemudian dia pun menyadari kelalaiannya dan bertobat kepada Allah.