Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَمَن
dan barang siapa
يَكْسِبْ
mengerjakan
خَطِيٓـَٔةً
kesalahan
أَوْ
atau
إِثْمًا
dosa
ثُمَّ
kemudian
يَرْمِ
ia melemparkan/menuduhkan
بِهِۦ
dengannya
بَرِيٓـًٔا
orang yang tidak bersalah
فَقَدِ
maka sesungguhnya
ٱحْتَمَلَ
ia menanggung
بُهْتَٰنًا
kebohongan
وَإِثْمًا
dan dosa
مُّبِينًا
nyata

Wa Man Yaksib Khaţī'atan 'Aw 'Ithmāan Thumma Yarmi Bihi Barī'āan Faqad Aĥtamala Buhtānāan Wa 'Ithmāan Mubīnāan.

Tafsir Bahasa:

Dan barangsiapa berbuat kesalahan atau dosa, kemudian dia tuduhkan kepada orang yang tidak bersalah, maka sungguh, dia telah memikul suatu kebohongan dan dosa yang nyata.

(112) Orang yang melakukan perbuatan dosa dengan tidak disengaja atau dengan sengaja, kemudian mereka melemparkan kesalahan itu kepada orang lain dan menuduh orang lain mengerjakannya, sedang ia mengetahui orang lain itu tidak bersalah, maka dia sesungguhnya telah membuat kebohongan yang besar dan akan memikul dosanya seperti yang dilakukan keluarga Banu Ubairiq yang melemparkan kejahatan Tu'mah kepada Zaid bin Saleh. Orang seperti Tu'mah dan keluarganya tetap melakukan dua macam kejahatan. Kejahatan melakukan perbuatan dosa itu sendiri dan kejahatan melemparkan tuduhan yang tidak benar kepada orang lain.