Skip to main content

اُنْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَۗ وَكَفٰى بِهٖٓ اِثْمًا مُّبِيْنًا ࣖ   ( ٱلنِّسَاء: ٥٠ )

unẓur
ٱنظُرْ
perhatikanlah
kayfa
كَيْفَ
bagaimana
yaftarūna
يَفْتَرُونَ
mereka mengada-adakan
ʿalā
عَلَى
atas/terhadap
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
l-kadhiba
ٱلْكَذِبَۖ
dusta
wakafā
وَكَفَىٰ
dan cukuplah
bihi
بِهِۦٓ
dengannya/perbuatan itu
ith'man
إِثْمًا
dosa
mubīnan
مُّبِينًا
nyata

“Anžur Kayfa Yaftarūna `Alaá Allāhi Al-Kadhiba Wa Kafaá Bihi 'Ithmāan Mubīnāan.” (an-Nisāʾ/4:50)

Artinya:

“Perhatikanlah, betapa mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah! Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).” (QS. An-Nisa': 50)

Setelah menjelaskan sifat buruk orang-orang Yahudi tersebut, Allah mengingatkan kaum muslim lebih cermat lagi. Perhatikanlah dengan seksama, betapa mereka orang-orang Yahudi itu mengada-adakan dusta terhadap Allah! Dan cukuplah perbuatan mengada-ada dengan dusta itu menjadi dosa yang nyata bagi mereka.