Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَيَقُولُونَ
dan mereka mengatakan
طَاعَةٌ
taat
فَإِذَا
maka apabila
بَرَزُوا۟
mereka telah pergi
مِنْ
dari
عِندِكَ
sisimu
بَيَّتَ
mengambil keputusan di malam hari
طَآئِفَةٌ
segolongan
مِّنْهُمْ
dari mereka
غَيْرَ
bukan/selain
ٱلَّذِى
yang
تَقُولُۖ
dia katakan
وَٱللَّهُ
dan Allah
يَكْتُبُ
Dia menulis
مَا
apa
يُبَيِّتُونَۖ
mereka putuskan
فَأَعْرِضْ
maka berpalinglah
عَنْهُمْ
dari mereka
وَتَوَكَّلْ
dan bertawakkallah
عَلَى
atas/kepada
ٱللَّهِۚ
Allah
وَكَفَىٰ
dan cukuplah
بِٱللَّهِ
dengan Allah
وَكِيلًا
pelindung

Wa Yaqūlūna Ţā`atun Fa'idhā Barazū Min `Indika Bayyata Ţā'ifatun Minhum Ghayra Al-Ladhī Taqūlu Wa Allāhu Yaktubu Mā Yubayyitūna Fa'a`riđ `Anhum Wa Tawakkal `Alaá Allāhi Wa Kafaá Billāhi Wa Kīlāan.

Tafsir Bahasa:

Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan, “(Kewajiban kami hanyalah) taat.” Tetapi, apabila mereka telah pergi dari sisimu (Muhammad), sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah mencatat siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah dari mereka dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah yang menjadi pelindung.

(81) Golongan yang takut berperang seperti yang digambarkan dalam ayat 77 yang lalu berkata di hadapan Nabi Muhammad saw bahwa mereka mematuhi perintahnya, tetapi setelah mereka terpisah, sebagian mengatur siasat yang bertentangan dengan ucapan mereka. Sebenarnya ucapan patuh mereka sekedar menyelamatkan diri dan menyelamatkan harta benda mereka dari tindakan Rasul. Ayat ini mengungkapkan kepada Nabi apa yang terkandung di dalam hati orang munafik dan Allah memerintahkan Muhammad agar membiarkan sifat mereka yang demikian dengan menyerahkan segala sesuatu pada Allah, karena Allah tetap melindungi Rasul-Nya dari kejahatan golongan munafik tersebut.