Skip to main content

اَللّٰهُ لَطِيْفٌۢ بِعِبَادِهٖ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيْزُ ࣖ   ( ٱلشُّورىٰ: ١٩ )

al-lahu
ٱللَّهُ
Allah
laṭīfun
لَطِيفٌۢ
Maha Lembut
biʿibādihi
بِعِبَادِهِۦ
terhadap hamba-hamba-Nya
yarzuqu
يَرْزُقُ
Dia memberi rezeki
man
مَن
siapa
yashāu
يَشَآءُۖ
Dia kehendaki
wahuwa
وَهُوَ
dan Dia
l-qawiyu
ٱلْقَوِىُّ
Maha Kuat
l-ʿazīzu
ٱلْعَزِيزُ
Maha Perkasa

“Allāhu Laţīfun Bi`ibādihi Yarzuqu Man Yashā'u Wa Huwa Al-Qawīyu Al-`Azīzu.” (aš-Šūrā/42:19)

Artinya:

“Allah Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dia Mahakuat, Mahaperkasa.” (QS. Asy-Syura: 19)

Ayat ini menggambarkan beberapa sifat Allah. Sifat-sifat itu adalah bahwa Allah Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya dengan melimpahkan banyak rahmat dan kebaikan kepada mereka dengan sangat mudah; Dia memberi rezeki, yakni berbagai anugerah kenikmatan kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa diskriminasi sesuai dengan upaya dan kemaslahatan mereka tanpa Dia memperhitungkan sejauh mana kebaikan hamba itu terhadap-Nya dan Dia Mahakuat terhadap segala anugerah-Nya sehingga tidak ada yang dapat menahan pemberian-Nya, Mahaperkasa terhadap segala keinginannya sehingga tidak ada yang dapat menghalanginya.