Skip to main content

وَجَعَلُوْا لَهٗ مِنْ عِبَادِهٖ جُزْءًا ۗاِنَّ الْاِنْسَانَ لَكَفُوْرٌ مُّبِيْنٌ ۗ ࣖ   ( ٱلْزُّخْرُف: ١٥ )

wajaʿalū
وَجَعَلُوا۟
dan mereka menjadikan
lahu
لَهُۥ
baginya
min
مِنْ
sebagian dari
ʿibādihi
عِبَادِهِۦ
hamba-hamba-Nya
juz'an
جُزْءًاۚ
bahagian
inna
إِنَّ
sesungguhnya
l-insāna
ٱلْإِنسَٰنَ
manusia
lakafūrun
لَكَفُورٌ
benar-benar ingkar
mubīnun
مُّبِينٌ
nyata

“Wa Ja`alū Lahu Min `Ibādihi Juz'āan 'Inna Al-'Insāna Lakafūrun Mubīnun.” (az-Zukhruf/43:15)

Artinya:

“Dan mereka menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bagian dari-Nya. Sungguh, manusia itu pengingkar (nikmat Tuhan) yang nyata.” (QS. Az-Zukhruf: 15)

Walaupun Allah telah menerangkan kekuasaan-Nya dalam menciptakan langit dan bumi serta menundukkan hewan ternak untuk manusia, sebagian manusia masih saja mempersekutukan Allah dengan makhluk-Nya. Dan mereka, yakni orang-orang musyrik, menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya, yang merupakan ciptaan-Nya sebagai bagian dari-Nya, dengan menganggap bahwa malaikat adalah anak-anak Tuhan. Sesungguhnya, manusia yang mempercayai dan mengatakan demikian itu benar-benar pengingkar nikmat Tuhan, yang melampaui batas dalam kekafirannya, lagi yang nyata kesyirikan dan keingkarannya.