Skip to main content

قُلْ اِنْ كَانَ لِلرَّحْمٰنِ وَلَدٌ ۖفَاَنَا۠ اَوَّلُ الْعٰبِدِيْنَ   ( ٱلْزُّخْرُف: ٨١ )

qul
قُلْ
katakanlah
in
إِن
jika
kāna
كَانَ
adalah
lilrraḥmāni
لِلرَّحْمَٰنِ
bagi Yang Maha Pengasih
waladun
وَلَدٌ
seorang anak
fa-anā
فَأَنَا۠
maka aku
awwalu
أَوَّلُ
pertama-tama
l-ʿābidīna
ٱلْعَٰبِدِينَ
orang yang menyembah

“Qul 'In Kāna Lilrraĥmani Waladun Fa'anā 'Awwalu Al-`Ābidīna.” (az-Zukhruf/43:81)

Artinya:

“Katakanlah (Muhammad), “Jika benar Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak, maka akulah orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).” (QS. Az-Zukhruf: 81)

Pada ayat-ayat yang lalu, Allah menggambarkan pengingkaran orang-orang kafir Mekah terhadap kebenaran yang di bawa oleh Nabi Muhammad. Pada ayat ini, Allah menggambarkan bantahan terhadap kepercayaan mereka bahwa Tuhan mempunyai anak. “Katakanlah, wahai Muhammad, "Jika benar dan terbukti bahwa Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak, seperti yang kamu duga, maka akulah orang yang mula-mula memuliakan anak itu." Akan tetapi, ternyata apa yang mereka duga itu tidak terbukti.