Skip to main content

يَّسْمَعُ اٰيٰتِ اللّٰهِ تُتْلٰى عَلَيْهِ ثُمَّ يُصِرُّ مُسْتَكْبِرًا كَاَنْ لَّمْ يَسْمَعْهَاۚ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍ  ( الجاثية: ٨ )

yasmaʿu
يَسْمَعُ
dia mendengar
āyāti
ءَايَٰتِ
ayat-ayat
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
tut'lā
تُتْلَىٰ
dibacakan
ʿalayhi
عَلَيْهِ
atasnya
thumma
ثُمَّ
kemudian
yuṣirru
يُصِرُّ
dia tetap
mus'takbiran
مُسْتَكْبِرًا
menyombongkan diri
ka-an
كَأَن
seakan-akan
lam
لَّمْ
tidak
yasmaʿhā
يَسْمَعْهَاۖ
dia mendengar
fabashir'hu
فَبَشِّرْهُ
maka beri kabar gembira
biʿadhābin
بِعَذَابٍ
dengan azab
alīmin
أَلِيمٍ
pedih

Yasma`u 'Āyāti Allāhi Tutlaá `Alayhi Thumma Yuşirru Mustakbirāan Ka'an Lam Yasma`hā Fabashshirhu Bi`adhābin 'Alīmin. (al-Jāthiyah 45:8)

Artinya:

(yaitu) orang yang mendengar ayat-ayat Allah ketika dibacakan kepadanya namun dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka peringatkanlah dia dengan azab yang pedih. (QS. [45] Al-Jasiyah : 8)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

yaitu orang yang selalu mendengar ayat-ayat Allah dengan begitu jelas ketika di bacakan kepadanya dengan lisan, namun tetap saja dia tidak mempercayainya, bahkan kemudian dia tetap mengingkarinya sambil menyombongkan diri seakan-akan dia tidak pernah mendengarnya. Karena sikap dan tindakannya yang demikian itulah, maka wahai Nabi Muhammad, peringatkanlah dia dengan azab yang pedih akibat perbuatan buruknya