Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
فَبِمَا
maka dengan sebab
نَقْضِهِم
mereka melanggar
مِّيثَٰقَهُمْ
perjanjian mereka
لَعَنَّٰهُمْ
Kami mengutuk mereka
وَجَعَلْنَا
dan Kami jadikan
قُلُوبَهُمْ
hati mereka
قَٰسِيَةًۖ
keras membatu
يُحَرِّفُونَ
mereka merubah
ٱلْكَلِمَ
perkataan
عَن
dari
مَّوَاضِعِهِۦۙ
tempat-tempatnya
وَنَسُوا۟
dan mereka melupakan
حَظًّا
bagian
مِّمَّا
dari apa
ذُكِّرُوا۟
mereka telah diperingatkan
بِهِۦۚ
dengannya
وَلَا
dan jangan
تَزَالُ
kamu senantiasa
تَطَّلِعُ
kamu akan melihat
عَلَىٰ
atas
خَآئِنَةٍ
orang yang khianat
مِّنْهُمْ
diantara mereka
إِلَّا
kecuali
قَلِيلًا
sedikit
مِّنْهُمْۖ
diantara mereka
فَٱعْفُ
maka maafkanlah
عَنْهُمْ
dari mereka
وَٱصْفَحْۚ
dan biarkanlah
إِنَّ
sesungguhnya
ٱللَّهَ
Allah
يُحِبُّ
Dia menyukai
ٱلْمُحْسِنِينَ
orang-orang yang berbuat baik

Fabimā Naqđihim Mīthāqahum La`annāhum Wa Ja`alnā Qulūbahum Qāsiyatan Yuĥarrifūna Al-Kalima `An Mawāđi`ihi Wa Nasū Ĥažžāan Mimmā Dhukkirū Bihi Wa Lā Tazālu Taţţali`u `Alaá Khā'inatin Minhum 'Illā Qalīlāan Minhum Fā`fu `Anhum Wa Aşfaĥ 'Inna Allāha Yuĥibbu Al-Muĥsinīna.

Tafsir Bahasa:

(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka Kami melaknat mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

(13) Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang Yahudi selalu mengingkari janji, maka Allah mengutuk mereka dan menjadikan hati mereka keras membatu, Allah menerangkan pula bahwa mereka tidak segan-segan mengubah perkataan Allah dari kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa, padahal Nabi Musa telah mengambil janji mereka supaya mereka memelihara dan melaksanakan isinya, tetapi tidak ada seorang pun dari mereka yang melaksanakannya sebagaimana orang-orang Muslim memelihara Al-Qur'an pada masa Nabi Muhammad saw. Kitab Taurat yang asli itu sebagaimana dikatakan ahli sejarah Yahudi dan Nasrani sudah lenyap semenjak kerajaan Babilon menyerang kota mereka, membakar candi mereka dan menawan orang-orang Yahudi yang masih hidup. Selanjutnya Allah menerangkan bahwa orang Yahudi telah lupa akan sebagian dari yang telah diperingatkan kepadanya, dan dengan sengaja tidak mengerjakan sebagian apa yang diperintahkan itu, karena sudah menjadi kebiasaan bagi mereka membangkang dan mengingkari janji. Menurut lbnu Abbas dan Mujahid, mereka lupa akan sebagian dari Taurat yang asli. Dan ini bisa terjadi bagi orang-orang Yahudi setelah hilangnya Taurat yang asli, karena mereka tidak ada yang menghafalnya. Kitab Taurat tidaklah sama dengan Perjanjian Lama. Begitu juga Injil tidak sama dengan Perjanjian Baru. Pada akhir ayat ini Allah memperingatkan Nabi Muhammad bahwa memang demikianlah watak dan tingkah laku orang-orang Yahudi pada zaman dahulu terhadap Allah, Kitab-kitab, dan Rasul-rasul-Nya. Allah memperingatkan bahwa Nabi Muhammad saw, senantiasa akan menghadapi bermacam-macam tipu daya dan pengkhianatan mereka. Janganlah mengira bahwa Nabi telah aman disebabkan Nabi telah menyetujui hidup damai berdampingan dengan mereka, karena sudah menjadi watak mereka selalu suka menentang dan melanggar janji, kecuali sebagian kecil dari mereka, seperti Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya yang telah masuk Islam dengan sungguh-sungguh dan mereka menjadi sahabat-sahabat Rasulullah yang terpuji. Menghadapi orang-orang ini janganlah Nabi Muhammad merasa khawatir, tetapi hendaklah memaafkan kesalahan-kesahahan yang pernah mereka lakukan. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.