Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَقَالَتِ
dan berkata
ٱلْيَهُودُ
orang-orang Yahudi
وَٱلنَّصَٰرَىٰ
dan orang-orang Nasrani
نَحْنُ
kami
أَبْنَٰٓؤُا۟
anak-anak
ٱللَّهِ
Allah
وَأَحِبَّٰٓؤُهُۥۚ
dan kekasih-kekasihNya
قُلْ
katakan
فَلِمَ
maka mengapa
يُعَذِّبُكُم
Dia menyiksa kamu
بِذُنُوبِكُمۖ
karena dosa-dosa kamu
بَلْ
bahkan/tetapi
أَنتُم
kamu
بَشَرٌ
manusia
مِّمَّنْ
diantara orang
خَلَقَۚ
Dia ciptakan
يَغْفِرُ
Dia mengampuni
لِمَن
bagi siapa
يَشَآءُ
Dia kehendaki
وَيُعَذِّبُ
dan Dia menyiksa
مَن
orang/siapa
يَشَآءُۚ
Dia kehendaki
وَلِلَّهِ
dan milik Allah
مُلْكُ
kerajaan
ٱلسَّمَٰوَٰتِ
langit(jamak)
وَٱلْأَرْضِ
dan bumi
وَمَا
dan apa
بَيْنَهُمَاۖ
diantara keduanya
وَإِلَيْهِ
dan kepadaNya
ٱلْمَصِيرُ
tempat kembali

Wa Qālat Al-Yahūdu Wa An-Naşāraá Naĥnu 'Abnā'u Allāhi Wa 'Aĥibbā'uuhu Qul Falima Yu`adhdhibukum Bidhunūbikum Bal 'Antum Basharun Mimman Khalaqa Yaghfiru Liman Yashā'u Wa Yu`adhdhibu Man Yashā'u Wa Lillahi Mulku As-Samāwāti Wa Al-'Arđi Wa Mā Baynahumā Wa 'Ilayhi Al-Maşīru.

Tafsir Bahasa:

Orang Yahudi dan Nasrani berkata, “Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah, “Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? Tidak, kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Dan milik Allah seluruh kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada-Nya semua akan kembali.”

(18) Menurut riwayat Ibnu Ishak, Ibnu Abbas menceritakan, bahwa Rasulullah datang kepada Numan bin Ada, Bahri bin 'Amar dan Syas bin 'Adi. Setelah terjadi pembicaraan di antara Rasulullah dengan mereka, akhirnya Rasulullah mengajak mereka masuk Islam dan memperingatkan mereka dengan siksa Allah, maka mereka berkata, "Janganlah engkau menakuti kami hai Muhammad; Demi Allah kami adalah putra-putra Allah dan kekasih-Nya", maka turunlah ayat ini. Perkataan orang-orang Yahudi dan Nasrani itu dibantah oleh Allah yang maksudnya, "Katakanlah hai Muhammad kepada mereka; kalau benar kamu putra-putra Allah dan kekasih-Nya yang memiliki keistimewaan khusus lebih dari yang lain-lain sebagaimana yang kamu sangka, mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu di dunia sebagaimana yang telah banyak kamu derita, baik mengenai tempat kamu beribadah, negeri kamu maupun kerajaan kamu dan lain-lain, sebab ayah tidak akan menyiksa anak-anaknya dan tidak akan menyiksa kekasihnya. Oleh karena itu kamu bukanlah putra-putra Allah dan bukan pula kekasih-Nya yang memiliki keistimewaan sebagaimana yang kamu sangka, tetapi kamu adalah manusia biasa dan hamba Allah seperti manusia lainnya. Allah akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya bagi siapa yang berhak diampuni dan menyiksa orang-orang yang yang berhak disiksa sesuai dengan kehendak-Nya, karena Allah-lah yang memiliki kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya."