Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
إِنِّىٓ
sesungguhnya aku
أُرِيدُ
aku ingin
أَن
agar
تَبُوٓأَ
kamu kembali
بِإِثْمِى
dengan dosaku
وَإِثْمِكَ
dan dosamu
فَتَكُونَ
maka kamu adalah/menjadi
مِنْ
dari
أَصْحَٰبِ
penghuni
ٱلنَّارِۚ
neraka
وَذَٰلِكَ
dan yang demikian itu
جَزَٰٓؤُا۟
pembalasan
ٱلظَّٰلِمِينَ
orang-orang dzalim

'Innī 'Urīdu 'An Tabū'a Bi'ithmī Wa 'Ithmika Fatakūna Min 'Aşĥābi An-Nāri Wa Dhalika Jazā'u Až-Žālimīna.

Tafsir Bahasa:

”Sesungguhnya aku ingin agar engkau kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka engkau akan menjadi penghuni neraka; dan itulah balasan bagi orang yang zhalim.”

(29) Pada ayat ini Habil memberi jawaban kepada Qabil bahwa Habil berserah diri kepada Allah dan tidak mau menantangnya agar semua dosa, baik dosa Qabil maupun dosa-dosa yang lain sesudah itu, dipikul oleh Qabil sendiri. Habil mendasarkan pernyataannya pada tiga hal yang sangat penting. Pertama, bahwa amal yang dapat diterima itu hanya dari orang yang bertakwa. Kedua, Habil tidak akan membunuh orang, karena takut kepada Allah dan ketiga, Habil tidak melawan, karena takut berdosa yang mengakibatkan akan masuk neraka.