Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
مِنْ
dari
أَجْلِ
sebab/oleh karena
ذَٰلِكَ
itu/demikian
كَتَبْنَا
Kami tetapkan
عَلَىٰ
atas
بَنِىٓ
Bani
إِسْرَٰٓءِيلَ
Israil
أَنَّهُۥ
bahwasanya ia
مَن
barang siapa
قَتَلَ
membunuh
نَفْسًۢا
seorang
بِغَيْرِ
bukan karena
نَفْسٍ
seseorang
أَوْ
atau
فَسَادٍ
membuat kerusakan
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
bumi
فَكَأَنَّمَا
maka seakan-akan
قَتَلَ
ia membunuh
ٱلنَّاسَ
manusia
جَمِيعًا
seluruhnya
وَمَنْ
dan barang siapa
أَحْيَاهَا
menghidupkannya
فَكَأَنَّمَآ
maka seakan-akan
أَحْيَا
ia menghidupkan
ٱلنَّاسَ
manusia
جَمِيعًاۚ
seluruhnya
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
جَآءَتْهُمْ
telah datang kepada mereka
رُسُلُنَا
Rasul-Rasul Kami
بِٱلْبَيِّنَٰتِ
dengan keterangan-keterangan
ثُمَّ
kemudian
إِنَّ
sungguh
كَثِيرًا
banyak
مِّنْهُم
dari/diantara mereka
بَعْدَ
sesudah
ذَٰلِكَ
itu/demikian
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
bumi
لَمُسْرِفُونَ
sungguh orang-orang yang melampaui batas

Min 'Ajli Dhālika Katabnā `Alaá Banī 'Isrā'īla 'Annahu Man Qatala Nafsāan Bighayri Nafsin 'Aw Fasādin Fī Al-'Arđi Faka'annamā Qatala An-Nāsa Jamī`āan Wa Man 'Aĥyāhā Faka'annamā 'Aĥyā An-Nāsa Jamī`āan Wa Laqad Jā'at/hum Rusulunā Bil-Bayyināti Thumma 'Inna Kathīrāan Minhum Ba`da Dhālika Fī Al-'Arđi Lamusrifūna.

Tafsir Bahasa:

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.

(31) Pembunuhan ini adalah yang pertama terjadi di antara anak Adam, Qabil sebagai pembunuh belum mengetahui apa yang harus diperbuat terhadap saudaranya yang telah dibunuh (Habil), sedangkan ia merasa tidak senang melihat mayat saudaranya tergeletak di tanah. Maka Allah mengutus seekor burung gagak mengorek-ngorek tanah dengan cakarnya untuk memperlihatkan kepada Qabil bagaimana caranya mengubur mayat saudaranya. Setelah Qabil menyaksikan apa yang telah diperbuat oleh burung gagak, mengertilah dia apa yang harus dilakukan terhadap mayat saudaranya. Pada waktu itu, Qabil merasakan kebodohannya mengapa ia tidak dapat berbuat seperti burung gagak itu, lalu dapat menguburkan saudaranya. Karena hal yang demikian itu Qabil sangat menyesali tindakannya yang salah. Dari peristiwa itu dapat diambil pelajaran, bahwa manusia kadang-kadang memperoIeh pengetahuan dan pengalaman dari apa yang pernah terjadi di sekitarnya. Penyesalan itu dapat merupakan tobat asalkan di dorong oleh takut kepada Allah dan menyesali akibat buruk dari perbuatannya itu. Rasulullah bersabda, "Penyesalan itu adalah tobat." (Riwayat Ahmad, al-Bukhari, al-Baihaqi dan al-hakim). Tidak dibunuh seseorang dengan zalim melainkan anak Adam yang pertama mendapat bagian dosanya karena dia orang yang pertama melakukan pembunuhan. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).