Skip to main content

وَمَنْ يَّتَوَلَّ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَاِنَّ حِزْبَ اللّٰهِ هُمُ الْغٰلِبُوْنَ ࣖ   ( ٱلْمَائِدَة: ٥٦ )

waman
وَمَن
dan barang siapa
yatawalla
يَتَوَلَّ
menjadikan pemimpin
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
warasūlahu
وَرَسُولَهُۥ
dan RasulNya
wa-alladhīna
وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
āmanū
ءَامَنُوا۟
beriman
fa-inna
فَإِنَّ
maka sesungguhnya
ḥiz'ba
حِزْبَ
golongan/pengikut
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
humu
هُمُ
mereka
l-ghālibūna
ٱلْغَٰلِبُونَ
orang-orang yang menang

“Wa Man Yatawalla Allāha Wa Rasūlahu Wa Al-Ladhīna 'Āmanū Fa'inna Ĥizba Allāhi Hum Al-Ghālibūna.” (al-Māʾidah/5:56)

Artinya:

“Dan barangsiapa menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh, pengikut (agama) Allah itulah yang menang.” (QS. Al-Ma'idah: 56)

Tuntunan Al-Qur'an tentang penolong dan pemimpin mesti dipahami dan diikuti, karena itu barang siapa yang menjadikan Allah, RasulNya, dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya dalam menyelesaikan segala urusannya, maka sungguh mereka akan mendapatkan bukti bahwa pengikut agama Allah itulah yang akan menang.