Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
لُعِنَ
telah dikutuk
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
كَفَرُوا۟
kafir/ingkar
مِنۢ
dari
بَنِىٓ
Bani
إِسْرَٰٓءِيلَ
Israil
عَلَىٰ
atas
لِسَانِ
lisan
دَاوُۥدَ
Daud
وَعِيسَى
dan Isa
ٱبْنِ
putera
مَرْيَمَۚ
Maryam
ذَٰلِكَ
demikian
بِمَا
disebabkan
عَصَوا۟
mereka durhaka
وَّكَانُوا۟
dan adalah mereka
يَعْتَدُونَ
(mereka) melampaui batas

Lu`ina Al-Ladhīna Kafarū Min Banī 'Isrā'īla `Alaá Lisāni Dāwūda Wa `Īsaá Abni Maryama Dhālika Bimā `Aşaw Wa Kānū Ya`tadūna.

Tafsir Bahasa:

Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas.

(78) Ayat ini menerangkan bahwa orang kafir dari kalangan Yahudi mendapat kemurkaan dan kutukan Allah melalui ucapan Nabi Daud dan Isa putra Maryam. Ketika orang-orang Yahudi membuat kedurhakaan pada hari Sabat (hari larangan terhadap orang Yahudi menangkap ikan), Nabi Daud mengutuk mereka pada khususnya, karena melanggar kehormatan hari Sabat dan pada umumnya terhadap mereka yang membuat kedurhakaan biasa. (Mazmur cix. 17-18,/xxviii. 21-22, 31-33,/xiv. 22-28, dan pasim). Nabi Isa pun pernah mengutuk mereka sebagai "keturunan pembunuh nabi-nabi" dan "kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak." (Matius xxiii. 31-35). Pada akhir ayat ini dijelaskan, bahwa kutukan itu disebabkan mereka membuat maksiat dan melanggar hukum-hukum Allah dengan cara melampaui batas.