Skip to main content

وَلَوْلَآ اَنْ كَتَبَ اللّٰهُ عَلَيْهِمُ الْجَلَاۤءَ لَعَذَّبَهُمْ فِى الدُّنْيَاۗ وَلَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَابُ النَّارِ   ( ٱلْحَشْر: ٣ )

walawlā
وَلَوْلَآ
dan jika tidak
an
أَن
bahwa
kataba
كَتَبَ
telah menetapkan
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
ʿalayhimu
عَلَيْهِمُ
atas mereka
l-jalāa
ٱلْجَلَآءَ
pengusiran
laʿadhabahum
لَعَذَّبَهُمْ
pasti (Allah) mengazab mereka
فِى
pada
l-dun'yā
ٱلدُّنْيَاۖ
dunia
walahum
وَلَهُمْ
dan mereka
فِى
pada
l-ākhirati
ٱلْءَاخِرَةِ
akhirat
ʿadhābu
عَذَابُ
azab
l-nāri
ٱلنَّارِ
neraka

“Wa Lawlā 'An Kataba Allāhu `Alayhim Al-Jalā'a La`adhdhabahum Fī Ad-Dunyā Wa Lahum Fī Al-'Ākhirati `Adhābu An-Nāri.” (al-Ḥašr/59:3)

Artinya:

“Dan sekiranya tidak karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, pasti Allah mengazab mereka di dunia. Dan di akhirat mereka akan mendapat azab neraka.” (QS. Al-Hasyr: 3)

Pengusiran Yahudi itu bisa terjadi karena dua hal; kepemimpinan Rasulullah yang tegas dan keridaan Allah terhadap kaum muslim. Dan sekiranya tidak karena persetujuan Allah yang telah menetapkan hukum sebab-akibat yang menjadi dasar pengusiran mereka, kabilah-kabilah Yahudi dari Madinah, pasti Allah tetap mengazab mereka dengan cara lain di dalam kehidupan dunia sebagai balasan atas pengkhianatan mereka. Dan di akhirat mereka tetap akan mendapat azab neraka yang pedih selama-lamanya.