Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
مَّن
barang siapa
يُصْرَفْ
dipalingkan/dijauhkan
عَنْهُ
dari padanya/azab
يَوْمَئِذٍ
pada hari itu
فَقَدْ
maka sungguh
رَحِمَهُۥۚ
Dia telah merahmatinya
وَذَٰلِكَ
dan demikian/itulah
ٱلْفَوْزُ
keuntungan
ٱلْمُبِينُ
nyata

Man Yuşraf `Anhu Yawma'idhin Faqad Raĥimahu Wa Dhalika Al-Fawzu Al-Mubīnu.

Tafsir Bahasa:

Barangsiapa dijauhkan dari azab atas dirinya pada hari itu, maka sungguh, Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah kemenangan yang nyata.

(16) Allah menerangkan dalam ayat ini bahwa orang yang terhindar dari azab pada hari Kiamat, adalah orang yang mendapat rahmat dari Allah. Karena Allah membebaskan dia dari kesengsaraan pada hari yang dahsyat itu dan memberinya kenikmatan-kenikmatan dan memasukkannya ke dalam surga. Orang yang dijauhkan dari azab itu mendapatkan dua kebahagiaan; kebahagiaan disebabkan bebas dari azab dan kebahagiaan mendapat rahmat, kebahagiaan ini merupakan keberuntungan yang besar. Kebahagiaan yang diberikan Allah pada hari Kiamat itu benar-benar adalah rahmat kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya dan bukanlah sekali-kali suatu keharusan bagi Tuhan; sebab tidak ada kekuasaan lain di atas kekuasaan-Nya. Tetapi sifat rahmat itu sendiri adalah suatu keharusan bagi Tuhan, karena sifat itu salah satu sifat kesempurnaan-Nya dan keharusan sifat rahmat itu pada Allah dinyatakan Allah dalam Al-Qur'an seperti tersebut dalam surah ini (al-Ma'idah/5) ayat 12 dan 54