Skip to main content

وَاِنْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهٗٓ اِلَّا هُوَ ۗوَاِنْ يَّمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ  ( ٱلْأَنْعَام: ١٧ )

wa-in
وَإِن
dan jika
yamsaska
يَمْسَسْكَ
menimpakan kepadamu
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
biḍurrin
بِضُرٍّ
dengan suatu bencana
falā
فَلَا
maka tidak ada
kāshifa
كَاشِفَ
yang menghilangkan
lahu
لَهُۥٓ
baginya/padanya
illā
إِلَّا
kecuali/melainkan
huwa
هُوَۖ
Dia(sendiri)
wa-in
وَإِن
dan jika
yamsaska
يَمْسَسْكَ
Dia menimpakan kepadamu
bikhayrin
بِخَيْرٍ
dengan kebaikan
fahuwa
فَهُوَ
maka Dia
ʿalā
عَلَىٰ
atas
kulli
كُلِّ
segala
shayin
شَىْءٍ
sesuatu
qadīrun
قَدِيرٌ
Maha Kuasa

“Wa 'In Yamsaska Allāhu Biđurrin Falā Kāshifa Lahu 'Illā Huwa Wa 'In Yamsaska Bikhayrin Fahuwa `Alaá Kulli Shay'in Qadīrun.” (al-ʾAnʿām/6:17)

Artinya:

“Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-An'am: 17)

Dan jika Allah menimpakan kepadamu, wahai manusia, suatu bencana yang terasa pahit dalam kehidupan kamu seperti gempa bumi, gunung meletus, penyakit, dan berbagai krisis, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia, karena Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, seperti sehat, kaya, dan sukses dalam hidup, maka Dia Mahakuasa atas segala sesuatu untuk mewujudkan, mengurangi, bahkan menghilangkan kebaikan tersebut.