Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَهُوَ
dan Dia
ٱلْقَاهِرُ
berkuasa
فَوْقَ
di atas
عِبَادِهِۦۚ
hamba-hambaNya
وَهُوَ
dan Dia
ٱلْحَكِيمُ
Maha Bijaksana
ٱلْخَبِيرُ
Maha Mengetahui

Wa Huwa Al-Qāhiru Fawqa `Ibādihi Wa Huwa Al-Ĥakīmu Al-Khabīru.

Tafsir Bahasa:

Dan Dialah yang berkuasa atas hamba-hamba-Nya. Dan Dia Mahabijaksana, Maha Mengetahui.

(18) Ayat ini menegaskan kesempurnaan kedaulatan Allah yang mutlak atas hamba-hamba-Nya. Dialah Penguasa yang tertinggi di atas hamba-hamba-Nya dan menyelenggarakan serta mengatur segala masalah dan urusan mereka menurut kehendak-Nya. Tidak seorang pun yang dapat memohon untuk dapat keluar dari daerah kekuasaan-Nya. Kesempurnaan kekuasaan dan kedaulatan Allah atas hamba-hamba-Nya itu disertai dengan kesempurnaan hikmah-Nya dalam mengatur kebutuhan hamba-hamba-Nya dan keluasan ilmu-Nya terhadap segala perkara yang kecil dan tersembunyi. Dialah Yang Maha Mengetahui apa yang bermanfaat dan yang mudarat bagi hamba-hamba-Nya. Tak ada suatu perkarapun, melainkan diketahui-Nya akhir dari perkara itu. Pengaturan-Nya atas hamba-hamba-Nya ini diarahkan kepada suatu tujuan yakni kesempurnaan kemanusiaan. Dialah Allah Yang Mahakuasa dan Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Karena itu, tidaklah patut menyembah kepada selain-Nya. Firman Allah; Maka janganlah kamu menyembah apa pun di dalamnya selain Allah. (al-Jinn/72; 18)