Skip to main content

وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيْعًا ثُمَّ نَقُوْلُ لِلَّذِيْنَ اَشْرَكُوْٓا اَيْنَ شُرَكَاۤؤُكُمُ الَّذِيْنَ كُنْتُمْ تَزْعُمُوْنَ   ( ٱلْأَنْعَام: ٢٢ )

wayawma
وَيَوْمَ
dan pada hari
naḥshuruhum
نَحْشُرُهُمْ
Kami menghimpun mereka
jamīʿan
جَمِيعًا
semua
thumma
ثُمَّ
kemudian
naqūlu
نَقُولُ
Kami berkata
lilladhīna
لِلَّذِينَ
kepada orang-orang yang
ashrakū
أَشْرَكُوٓا۟
(mereka)musyrik
ayna
أَيْنَ
dimana
shurakāukumu
شُرَكَآؤُكُمُ
sekutu-sekutu/sesembahan kamu
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
kuntum
كُنتُمْ
kalian adalah
tazʿumūna
تَزْعُمُونَ
kamu katakan/mengakui

“Wa Yawma Naĥshuruhum Jamī`āan Thumma Naqūlu Lilladhīna 'Ashrakū 'Ayna Shurakā'uukum Al-Ladhīna Kuntum Taz`umūna.” (al-ʾAnʿām/6:22)

Artinya:

“Dan (ingatlah), pada hari ketika Kami mengumpulkan mereka semua kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang menyekutukan Allah, “Di manakah sembahan-sembahanmu yang dahulu kamu sangka (sekutu-sekutu Kami)?”” (QS. Al-An'am: 22)

Dan ingatlah, pada hari ketika Kami mengumpulkan mereka semua, seluruh manusia sejak zaman Adam hingga akhir zaman di Padang Mahsyar, kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang menyekutukan Allah, sebagai pertanggungjawaban, "Di manakah sembahan-sembahanmu yang dahulu kamu sangka sebagai sekutu-sekutu Kami yang kamu perlakukan sebagai tuhan?"