Skip to main content

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ كَذَّبَ بِاٰيٰتِهٖۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الظّٰلِمُوْنَ  ( الأنعام: ٢١ )

waman
وَمَنْ
dan siapakah
aẓlamu
أَظْلَمُ
lebih aniaya
mimmani
مِمَّنِ
daripada orang
if'tarā
ٱفْتَرَىٰ
mengadakan
ʿalā
عَلَى
atas/terhadap
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
kadhiban
كَذِبًا
kedustaan
aw
أَوْ
atau
kadhaba
كَذَّبَ
ia mendustakan
biāyātihi
بِـَٔايَٰتِهِۦٓۗ
ayat-ayatNya
innahu
إِنَّهُۥ
sesungguhnya
لَا
tidak
yuf'liḥu
يُفْلِحُ
beruntung
l-ẓālimūna
ٱلظَّٰلِمُونَ
orang-orang yang aniaya

Wa Man 'Ažlamu Mimman Aftaraá `Alaá Allāhi Kadhibāan 'Aw Kadhdhaba Bi'āyātihi 'Innahu Lā Yufliĥu Až-Žālimūna. (al-ʾAnʿām 6:21)

Artinya:

Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah, atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu tidak beruntung. (QS. [6] Al-An'am : 21)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

Dan siapakah yang lebih zalim, sesat, dan menyimpang dari kebenaran, daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah, meyakini tuhan memiliki anak dan teman perempuan; atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya seperti yang dilakukan kaum kafir Mekah dan Madinah? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mempertuhankan seseorang atau sesuatu selain Allah, mereka tidak akan pernah beruntung dalam kehidupan di akhirat, karena mereka kekal di dalam neraka.