Skip to main content

وَمَا تَأْتِيْهِمْ مِّنْ اٰيَةٍ مِّنْ اٰيٰتِ رَبِّهِمْ اِلَّا كَانُوْا عَنْهَا مُعْرِضِيْنَ   ( ٱلْأَنْعَام: ٤ )

wamā
وَمَا
dan tidak
tatīhim
تَأْتِيهِم
datang kepada mereka
min
مِّنْ
dari
āyatin
ءَايَةٍ
suatu ayat
min
مِّنْ
dari
āyāti
ءَايَٰتِ
ayat-ayat
rabbihim
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
illā
إِلَّا
kecuali
kānū
كَانُوا۟
mereka adalah
ʿanhā
عَنْهَا
daripadanya
muʿ'riḍīna
مُعْرِضِينَ
orang-orang yang berpaling

“Wa Mā Ta'tīhim Min 'Āyatin Min 'Āyāti Rabbihim 'Illā Kānū `Anhā Mu`riđīna.” (al-ʾAnʿām/6:4)

Artinya:

“Dan setiap ayat dari ayat-ayat Tuhan yang sampai kepada mereka (orang kafir), semuanya selalu diingkarinya.” (QS. Al-An'am: 4)

Allah menjelaskan bahwa manusia yang kafir selalu menolak tandatanda kekuasaan-Nya. Mereka tidak menyadari bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan. Dan setiap ayat dari ayat-ayat Tuhan yang menjelaskan bahwa Allah Tuhan Yang Maha Esa, bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, bahwa Al-Qur'an yang diterimanya adalah wahyu Allah, yang sampai kepada mereka, orang-orang kafir, semuanya selalu diingkarinya dengan kesombongan, tanpa argumentasi yang masuk akal.