Skip to main content

قُلْ لَّوْ اَنَّ عِنْدِيْ مَا تَسْتَعْجِلُوْنَ بِهٖ لَقُضِيَ الْاَمْرُ بَيْنِيْ وَبَيْنَكُمْ ۗوَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِالظّٰلِمِيْنَ   ( ٱلْأَنْعَام: ٥٨ )

qul
قُل
katakanlah
law
لَّوْ
kalau
anna
أَنَّ
sekiranya
ʿindī
عِندِى
pada sisiku
مَا
apa
tastaʿjilūna
تَسْتَعْجِلُونَ
kamu minta segerakan
bihi
بِهِۦ
dengannya (kedatangannya)
laquḍiya
لَقُضِىَ
tentu telah diputuskan
l-amru
ٱلْأَمْرُ
perkara itu
baynī
بَيْنِى
di antaraku
wabaynakum
وَبَيْنَكُمْۗ
dan antara kamu
wal-lahu
وَٱللَّهُ
dan Allah
aʿlamu
أَعْلَمُ
lebih mengetahui
bil-ẓālimīna
بِٱلظَّٰلِمِينَ
pada orang-orang yang zalim

“Qul Law 'Anna `Indī Mā Tasta`jilūna Bihi Laquđiya Al-'Amru Baynī Wa Baynakum Wa Allāhu 'A`lamu Biž-Žālimīna.” (al-ʾAnʿām/6:58)

Artinya:

“Katakanlah (Muhammad), “Seandainya ada padaku apa (azab) yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, tentu selesailah segala perkara antara aku dan kamu.” Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.” (QS. Al-An'am: 58)

Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, "Seandainya ada padaku wewenang dan kekuasaan menyangkut apa, yakni azab, yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, tentu selesailah segala perkara antara aku dan kamu. Pasti aku akan mengabulkan permintaan kamu dengan segera menurunkan siksa karena itu memang juga menjadi keinginan setiap orang yang berkomitmen terhadap agamanya. Dan apalagi aku tidak mengetahui secara pasti siapa yang benar-benar zalim, hanya Allah-lah yang lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim."