Skip to main content

سَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ اَسْتَغْفَرْتَ لَهُمْ اَمْ لَمْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْۗ لَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ   ( ٱلْمُنَافِقُون: ٦ )

sawāon
سَوَآءٌ
sama saja
ʿalayhim
عَلَيْهِمْ
atas mereka
astaghfarta
أَسْتَغْفَرْتَ
kamu mohonkan ampunan
lahum
لَهُمْ
bagi mereka
am
أَمْ
atau
lam
لَمْ
tidak
tastaghfir
تَسْتَغْفِرْ
kamu mohonkan ampunan
lahum
لَهُمْ
bagi mereka
lan
لَن
tidak
yaghfira
يَغْفِرَ
akan mengampuni
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
lahum
لَهُمْۚ
bagi mereka
inna
إِنَّ
sesungguhnya
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
لَا
tidak
yahdī
يَهْدِى
memberi petunjuk
l-qawma
ٱلْقَوْمَ
kaum
l-fāsiqīna
ٱلْفَٰسِقِينَ
orang-orang yang fasik

“Sawā'un `Alayhim 'Āstaghfarta Lahum 'Am Lam Tastaghfir Lahum Lan Yaghfira Allāhu Lahum 'Inna Allāha Lā Yahdī Al-Qawma Al-Fāsiqīna.” (al-Munāfiq̈ūn/63:6)

Artinya:

“Sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) mohonkan ampunan untuk mereka atau tidak engkau mohonkan ampunan bagi mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka; sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Munafiqun: 6)

Allah mengingatkan Nabi bahwa sama saja bagi mereka, orang munafik yang tetap dalam kemunafikannya hingga mati, apakah engkau wahai Nabi Muhammad memohonkan ampunan untuk mereka, atau engkau tidak memohonkan ampunan bagi mereka, Allah tetap saja tidak akan mengampuni mereka yang mati dalam keadaan munafik; sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik, yaitu orang-orang yang terus menerus berbuat dosa hingga pikiran dan mereka tertutup dari cahaya Allah.