Skip to main content

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِاَخِيْ وَاَدْخِلْنَا فِيْ رَحْمَتِكَ ۖوَاَنْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ ࣖ   ( ٱلْأَعْرَاف: ١٥١ )

qāla
قَالَ
(Musa) berkata
rabbi
رَبِّ
ya Tuhanku
igh'fir
ٱغْفِرْ
ampunilah
لِى
aku
wali-akhī
وَلِأَخِى
dan saudaraku
wa-adkhil'nā
وَأَدْخِلْنَا
dan masukkanlah kami
فِى
dalam
raḥmatika
رَحْمَتِكَۖ
rahmat Engkau
wa-anta
وَأَنتَ
dan Engkau
arḥamu
أَرْحَمُ
Maha Penyayang
l-rāḥimīna
ٱلرَّٰحِمِينَ
para penyayang

“Qāla Rabbi Aghfir Lī Wa Li'akhī Wa 'Adkhilnā Fī Raĥmatika Wa 'Anta 'Arĥamu Ar-Rāĥimīna.” (al-ʾAʿrāf/7:151)

Artinya:

“Dia (Musa) berdoa, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang dari semua penyayang.”” (QS. Al-A'raf: 151)

Setelah mengetahui alasan saudaranya, Nabi Harun, dan memahami bahwa dia tidak melalaikan tugasnya, dia, Nabi Musa berdoa, "Ya Tuhanku, Yang selalu memelihara, membimbing dan berbuat baik padaku, ampunilah aku atas kemarahanku ini yang membuatku bertindak tidak wajar, dan ampuni juga saudaraku atas apa yang terjadi antara dia dan kaumku, atau kelalaiannya -jika ada- dalam menjalankan tugas, dan masukkanlah kami berdua ke dalam rahmat Engkau yang amat luas, dan Engkau adalah Maha Penyayang dari semua penyayang. Engkau memberi tanpa batas, bahkan kepada mereka yang mendurhakai-Mu."