Skip to main content

قَالَ فَبِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَۙ  ( ٱلْأَعْرَاف: ١٦ )

qāla
قَالَ
(iblis) berkata
fabimā
فَبِمَآ
maka dengan apa
aghwaytanī
أَغْوَيْتَنِى
Engkau menghukum saya tersesat
la-aqʿudanna
لَأَقْعُدَنَّ
sungguh saya akan duduk
lahum
لَهُمْ
kepada mereka
ṣirāṭaka
صِرَٰطَكَ
jalan Engkau
l-mus'taqīma
ٱلْمُسْتَقِيمَ
yang lurus

“Qāla Fabimā 'Aghwaytanī La'aq`udanna Lahum Şirāţaka Al-Mustaqīma.” (al-ʾAʿrāf/7:16)

Artinya:

“(Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus,” (QS. Al-A'raf: 16)

Mendengar pernyataan Allah tersebut, Iblis menjawab, "Karena Engkau telah menyesatkan aku dengan menetapkan kesesatan padaku sampai hari kiamat, aku bersumpah pasti aku akan selalu menghalangi mereka, Adam dan anak cucunya, dari jalan-Mu yang lurus, yaitu jalan kebaikan yang dapat mengantarkan manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat."