Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
ثُمَّ
kemudian
لَءَاتِيَنَّهُم
sungguh saya akan mendatanginya mereka
مِّنۢ
dari
بَيْنِ
antara
أَيْدِيهِمْ
muka mereka
وَمِنْ
dan dari
خَلْفِهِمْ
belakang mereka
وَعَنْ
dan dari
أَيْمَٰنِهِمْ
kanan mereka
وَعَن
dan dari
شَمَآئِلِهِمْۖ
kiri mereka
وَلَا
dan tidak
تَجِدُ
Engkau mendapati
أَكْثَرَهُمْ
kebanyakan mereka
شَٰكِرِينَ
orang-orang yang bersyukur

Thumma La'ātiyannahum Min Bayni 'Aydīhim Wa Min Khalfihim Wa `An 'Aymānihim Wa `An Shamā'ilihim Wa Lā Tajidu 'Aktharahum Shākirīna.

Tafsir Bahasa:

kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”

(17) Iblis melihat bahwa sekedar menghalang-halangi anak-cucu Adam a.s. menempuh jalan yang lurus tidaklah cukup, karena itu dia akan mendatangi dan menyerbunya dari segala penjuru; dari depan dan dari belakang; dari arah kanan dan kiri, yang menurutnya ada kelemahan anak cucu Adam. Iblis yakin dengan strategi seperti itu banyak dari mereka yang akan tergoda, terpengaruh dan teperdaya sehingga iman yang ada di dada mereka menjadi lemah dan luntur, ajaran agama berangsur-angsur diragukan dan didustakan, hari Kiamat dan segala peristiwanya diingkari, amal-amal kebaikan ditinggalkan. Mereka tidak sanggup menguasai hawa nafsu, sebaliknya merekalah yang dikuasai oleh hawa nafsu, Allah memperingatkan dengan firman-Nya; "Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya." (shad/38; 85) Rencana dan target Iblis seperti tersebut di atas, benar-benar berhasil; Dan sungguh, Iblis telah dapat meyakinkan terhadap mereka kebenaran sangkaannya mereka, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang mukmin. (Saba'/34; 20)