Skip to main content

وَكَمْ مِّنْ قَرْيَةٍ اَهْلَكْنٰهَا فَجَاۤءَهَا بَأْسُنَا بَيَاتًا اَوْ هُمْ قَاۤىِٕلُوْنَ  ( ٱلْأَعْرَاف: ٤ )

wakam
وَكَم
dan berapa banyak
min
مِّن
dari
qaryatin
قَرْيَةٍ
negeri
ahlaknāhā
أَهْلَكْنَٰهَا
telah kami binasakannya
fajāahā
فَجَآءَهَا
maka datang kepadanya
basunā
بَأْسُنَا
siksaan Kami
bayātan
بَيَٰتًا
diwaktu malam hari
aw
أَوْ
atau
hum
هُمْ
mereka
qāilūna
قَآئِلُونَ
orang-orang yang istirahat ditengah siang hari

“Wa Kam Min Qaryatin 'Ahlaknāhā Fajā'ahā Ba'sunā Bayātāan 'Aw Hum Qā'ilūna.” (al-ʾAʿrāf/7:4)

Artinya:

“Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan, siksaan Kami datang (menimpa penduduk)nya pada malam hari, atau pada saat mereka beristirahat pada siang hari.” (QS. Al-A'raf: 4)

Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan, seperti negeri kaum nabi-nabi terdahulu, siksaan Kami datang menimpa penduduk-nya pada malam hari ketika mereka tengah terlelap dalam tidur seperti yang terjadi pada kaum Nabi Lut yang melakukan homoseks. Negeri mereka dijungkirbalikkan dan dihujani dengan batu. Atau siksaan itu datang pada saat mereka beristirahat pada siang hari seperti yang terjadi pada kaum Nabi Syuaib yang sering melakukan kecurangan dalam takaran dan timbangan. Mereka disiksa dengan suara yang menggelegar. Azab Allah bisa datang kapan saja, secara tak terduga, bahkan ketika waktu istirahat sekalipun.