Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
فَمَا
maka tidak
كَانَ
ada
دَعْوَىٰهُمْ
seruan/keluhan mereka
إِذْ
ketika
جَآءَهُم
datang kepada mereka
بَأْسُنَآ
siksaan kami
إِلَّآ
kecuali
أَن
bahwa
قَالُوٓا۟
mereka mengatakan
إِنَّا
sesungguhnya kami
كُنَّا
adalah kami
ظَٰلِمِينَ
orang-orang yang dzalim

Famā Kāna Da`wāhum 'Idh Jā'ahum Ba'sunā 'Illā 'An Qālū 'Innā Kunnā Žālimīna.

Tafsir Bahasa:

Maka ketika siksaan Kami datang menimpa mereka, keluhan mereka tidak lain, hanya mengucap, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zhalim.”

(5) Ayat ini menerangkan bahwa umat yang telah ditimpa siksa itu, tidak lain keluhannya kecuali mereka mengakui kezaliman, kesalahan dan kedurhakaan yang telah mereka perbuat. Ketika itulah baru mereka sadar dan menyesal, serta mengharapkan sesuatu jalan yang dapat mengeluarkan mereka dari bencana yang telah menimpa itu. Kesadaran dan penyesalan mereka tentunya tidak akan bermanfaat dan tidak ada gunanya lagi; sebagaimana firman Allah; Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan, dan Kami jadikan generasi yang lain setelah mereka itu (sebagai penggantinya). Maka ketika mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari (negerinya) itu. Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada kesenangan hidupmu dan tempat-tempat kediamanmu (yang baik), agar kamu dapat ditanya. Mereka berkata, "Betapa celaka kami, sungguh, kami orang-orang yang zalim." Maka demikianlah keluhan mereka berkepanjangan, sehingga mereka Kami jadikan sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi. (al-Anbiya'/21; 11-15)