Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
قَالَ
berkata
ٱلْمَلَأُ
pemuka-pemuka
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
كَفَرُوا۟
kafir/ingkar
مِن
dari
قَوْمِهِۦٓ
kaumnya
إِنَّا
sesungguhnya kami
لَنَرَىٰكَ
kami memandang kamu
فِى
dalam
سَفَاهَةٍ
keadaan kurang akal
وَإِنَّا
dan sesungguhnya kami
لَنَظُنُّكَ
kami menganggap kamu
مِنَ
dari
ٱلْكَٰذِبِينَ
orang-orang yang berdusta

Qāla Al-Mala'u Al-Ladhīna Kafarū Min Qawmihi 'Innā Lanarāka Fī Safāhatin Wa 'Innā Lanažunnuka Mina Al-Kādhibīna.

Tafsir Bahasa:

Pemuka-pemuka orang-orang yang kafir dari kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar kurang waras dan kami kira kamu termasuk orang-orang yang berdusta.”

(66) Ayat ini menerangkan bahwa para pemuka kaum Hud yang tetap dalam kekufuran dan tetap menentang kerasulan Hud bukan saja menolak seruannya, malahan mereka menegaskan bahwa mereka berada dalam agama yang benar dan mereka memandang bahwa Nabi Hud itulah yang berada dalam kesesatan, disebabkan ia meninggalkan agama mereka dan menghina orang-orang yang terkemuka di kalangan kaumnya yang mereka anggap suci. Orang-orang yang dianggap suci itu setelah mati mereka keramatkan dalam bentuk patung guna mendapatkan syafaat dan berkahnya dari mereka. Nabi Hud menentang paham mereka. Karena itu mereka menuduh bahwa Nabi Hud adalah pendusta yang berada dalam kesesatan sebagaimana halnya rasul-rasul dahulu, juga didustakan oleh kaumnya, disebabkan mereka berlawanan paham dengan kaumnya.