Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
قَالُوٓا۟
mereka berkata
أَجِئْتَنَا
apakah kamu datang kepada kami
لِنَعْبُدَ
agar kami menyembah
ٱللَّهَ
Allah
وَحْدَهُۥ
sendiriNya
وَنَذَرَ
dan kami meninggalkan
مَا
apa
كَانَ
adalah
يَعْبُدُ
menyembah
ءَابَآؤُنَاۖ
bapak-bapak kami
فَأْتِنَا
maka datanglah kepada kami
بِمَا
dengan apa
تَعِدُنَآ
kamu ancamkan pada kami
إِن
jika
كُنتَ
kamu adalah
مِنَ
dari
ٱلصَّٰدِقِينَ
orang-orang yang benar

Qālū 'Aji'tanā Lina`buda Allāha Waĥdahu Wa Nadhara Mā Kāna Ya`budu 'Ābā'uunā Fa'tinā Bimā Ta`idunā 'In Kunta Mina Aş-Şādiqīna.

Tafsir Bahasa:

Mereka berkata, “Apakah kedatanganmu kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh nenek moyang kami? Maka buktikanlah ancamanmu kepada kami, jika kamu benar!”

(70) Ternyata kaum Hud adalah kaum yang sangat keras kepala dan pembangkang. Mereka, masih juga menjawab dan mengejek seruan Nabi Hud itu seraya mengatakan, "Rupanya engkau datang kepada kami ini, hai Hud, agar kami menyembah Allah dengan meninggalkan apa yang disembah oleh nenek-moyang kami. Tidakkah ini suatu yang menggelikan hati kami. Apakah engkau tidak mengetahui bahwa sembahan peninggalan orang-orang tua kita itu adalah mendekatkan kita kepada Tuhan sebagai perantara karena kita belum menjadi orang suci; tidakkah kita perlu kepada tuhan-tuhan yang disembah oleh orang-orang tua kita itu, jika sekiranya engkau memang sebenarnya utusan Allah dan memang benar apa yang engkau sampaikan kepada kami, cobalah datangkan kepada kami azab yang engkau janjikan itu."