Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
فَتَوَلَّىٰ
maka dia berpaling/meninggalkan
عَنْهُمْ
dari mereka
وَقَالَ
dan dia berkata
يَٰقَوْمِ
wahai kaumku
لَقَدْ
sesungguhnya
أَبْلَغْتُكُمْ
aku telah menyampaikan kepadamu
رِسَٰلَٰتِ
risalah-risalah
رَبِّى
Tuhanku
وَنَصَحْتُ
dan aku telah memberi nasehat
لَكُمْۖ
bagi kalian
فَكَيْفَ
maka bagaimana
ءَاسَىٰ
aku bersedih hati
عَلَىٰ
atas
قَوْمٍ
kaum
كَٰفِرِينَ
orang-orang yang kafir

Fatawallaá `Anhum Wa Qāla Yā Qawmi Laqad 'Ablaghtukum Risālāti Rabbī Wa Naşaĥtu Lakum Fakayfa 'Āsaá `Alaá Qawmin Kāfirīna.

Tafsir Bahasa:

Maka Syuaib meninggalkan mereka seraya berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang kafir?”

(93) Ketika azab itu menimpa kaum Nabi Syuaib, lalu dia pergi meninggalkan mereka, dengan penuh kesedihan ia berkata; "Wahai kaumku, aku telah menyampaikan risalah Tuhanku kepadamu, dan aku telah melaksanakan tugasku terhadapmu, dan aku telah memberikan nasihat yang cukup kepadamu, namun kamu membelakangi kesemuanya itu, maka mengapa aku harus bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?". Nabi Syuaib diutus Allah untuk menuntun kaumnya kepada agama yang benar untuk mencapai rida Allah serta kebahagiaan dunia dan akhirat, untuk itu Nabi Syuaib telah mencurahkan segenap tenaganya, tetapi mereka telah memilih jalan kesesatan. Mereka bahkan mendustakannya, serta mengancam untuk mengusir dari tanah airnya. Mereka telah melemparkan diri mereka sendiri ke jurang kebinasaan, karena kekafiran mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya. Sungguh Allah tidak menzalimi mereka.