Skip to main content

حَتّٰىٓ اِذَا رَاَوْا مَا يُوْعَدُوْنَ فَسَيَعْلَمُوْنَ مَنْ اَضْعَفُ نَاصِرًا وَّاَقَلُّ عَدَدًاۗ  ( ٱلْجِنّ: ٢٤ )

ḥattā
حَتَّىٰٓ
sehingga
idhā
إِذَا
apabila/tatkala
ra-aw
رَأَوْا۟
mereka melihat
مَا
apa
yūʿadūna
يُوعَدُونَ
mereka dijanjikan/diancam
fasayaʿlamūna
فَسَيَعْلَمُونَ
maka mereka akan mengetahui
man
مَنْ
siapa
aḍʿafu
أَضْعَفُ
lebih lemah
nāṣiran
نَاصِرًا
penolong/pembantu
wa-aqallu
وَأَقَلُّ
dan lebih sedikit
ʿadadan
عَدَدًا
bilangan

“Ĥattaá 'Idhā Ra'aw Mā Yū`adūna Fasaya`lamūna Man 'Ađ`afu Nāşirāan Wa 'Aqallu `Adadāan.” (al-Jinn/72:24)

Artinya:

“Sehingga apabila mereka melihat (azab) yang diancamkan kepadanya, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit jumlahnya.” (QS. Al-Jinn: 24)

Sikap durhaka manusia terus akan berlanjut dan baru berhenti setelah mereka melihat azab neraka. Inilah yang diisyaratkan oleh ayat ini. Sehingga apabila mereka melihat azab yang diancamkan kepadanya dan itu pasti akan terjadi, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit jumlahnya, apakah Nabi Muhammad ataukah para pendurhaka.