Skip to main content

وَّاَنَّهٗ كَانَ يَقُوْلُ سَفِيْهُنَا عَلَى اللّٰهِ شَطَطًاۖ  ( ٱلْجِنّ: ٤ )

wa-annahu
وَأَنَّهُۥ
dan bahwasanya
kāna
كَانَ
adalah
yaqūlu
يَقُولُ
mengatakan
safīhunā
سَفِيهُنَا
orang bodoh diantara kami
ʿalā
عَلَى
atas/terhadap
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
shaṭaṭan
شَطَطًا
melampaui batas

“Wa 'Annahu Kāna Yaqūlu Safīhunā `Alaá Allāhi Shaţaţāan.” (al-Jinn/72:4)

Artinya:

“Dan sesungguhnya orang yang bodoh di antara kami dahulu selalu mengucapkan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah,” (QS. Al-Jinn: 4)

Jin yang mendengar bacaan al-Qur’an tersebut melanjutkan testimoninya di hadapan kaumnya dengan menyatakan, "Dan sesungguhnya orang yang bodoh kurang sehat akalnya di antara kami dahulu selalu mengucapkan perkataan yang melampaui batas terhadap Allah yang Maha Esa,