Skip to main content

وَكُنَّا نَخُوْضُ مَعَ الْخَاۤىِٕضِيْنَۙ  ( ٱلْمُدَّثِّر: ٤٥ )

wakunnā
وَكُنَّا
dan kami adalah
nakhūḍu
نَخُوضُ
kami mencela/memperolok-olok
maʿa
مَعَ
bersama
l-khāiḍīna
ٱلْخَآئِضِينَ
orang-orang yang mencela/memperolok-olok

“Wa Kunnā Nakhūđu Ma`a Al-Khā'iđīna.” (al-Muddathir/74:45)

Artinya:

“bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang batil), bersama orang-orang yang membicarakannya,” (QS. Al-Muddassir: 45)

45-47. Penghuni neraka Saqar tersebut meneruskan pengakuannya mengapa mereka masuk neraka. Dan kami juga biasa berbincang untuk tujuan yang batil, bersama orang-orang yang membicarakannya, dan yang lebih parah lagi kami mendustakan hari pembalasan. Kedurhakaan kami itu terus berlanjut sampai datang kepada kami keyakinan yaitu kematian.”45-47. Penghuni neraka Saqar tersebut meneruskan pengakuannya mengapa mereka masuk neraka. Dan kami juga biasa berbincang untuk tujuan yang batil, bersama orang-orang yang membicarakannya, dan yang lebih parah lagi kami mendustakan hari pembalasan. Kedurhakaan kami itu terus berlanjut sampai datang kepada kami keyakinan yaitu kematian.”